Senin, 21 Desember 2015

REVIEW: Yokohama Kaidashi Kikou (Manga)

21.34
Wah, sudah lama saya tidak menulis di blog ini~
Nah kali ini saya akan membahas tentang Yokohama Kaidashi Kikou. 
Salah satu komik jepang yang saya favoritkan sepanjang masa. Mungkin ulasan ini agak sedikit berlebihan, jadi lebih baik bacalah komiknya langsung untuk mengetahui sebagus apakah komik tersebut :3

Yokohama Kaidashi Kikou, atau yang seringkali disingkat dengan YKK, Merupakan salah satu permata dalam dunia perkomikan Jepang. Ditulis dan digambar oleh Ashisano Hitoshi, diserialisasikan di majalah manga bulanan “Afternoon” selama 12 tahun tanpa henti, dan juga memiliki ribuan penggemar di negaranya sendiri maupun di manca negara meskipun manga tersebut masih belum hadir secara resmi di negara-negara selain Jepang. Tentu tidak begitu mengejutkan karena manga ini lebih cocok dikategorikan sebagai bacaan literatur daripada budaya populer.
Memang tidak berlebihan kalau YKK ini disebut-sebut sebagai salah satu manga yang terbaik.
YKK telah meraih  Penghargaan Seiun untuk Manga Terbaik pada 2007 dan meraih Penghargaan Empat Musim Majalah Afternoon untuk Karya Pertama.
Nah sekarang, silakan membaca ulasan saya tentang YKK ini.

Sinopsis: Berlatar di Jepang pada era post-apocalyptic saat tingkat lautan telah meninggi dan membanjiri banyak daerah pantai dan Gunung Fuji pun tiba-tiba meletus. Populasi dunia menurun drastis dan institusi politik serta teknologi telah runtuh. Masyarakat setempat telah memiliki sistem sendiri-sendiri dan telepon serta televisi juga sudah tidak ada lagi (meskipun mesin kopi dan lampu jalan masih tetap menyala). Ada banyak hewan dan tanaman baru nan unik (seperti ikan terbang dan pohon lampu jalan yang bisa menyala). Orang-orang yang tersisa telah mengadopsi cara hidup yang lebih simpel, berjalan lambat, dan lebih bergantung satu sama lain. Membaur dengan populasi manusia, ada beberapa robot humanoid nan cerdas. Salah satu dari beberapa robot tersebut ialah robot wanita yang bernama Alpha. Alpha menjalankan sebuah kafe dengan nama yang sama di negara di luar Yokohama yang masih tersisa. Dengan skuter favoritnya dan kameranya, ia berpergian mengelilingi beberapa daerah, membuat teman dengan manusia dan robot, merasakan pengalaman baru sambil mengamati berlalunya waktu.

Gambar: 9 – Simple, yet astonishing
Cerita: 9 – Cerita santai namun sangat berbeda dari biasanya
Karakter: 10 – Mengupas isi setiap karakter layaknya air mengalir
Kenikmatan: 10 – Santai namun menghangatkan hati
Keseluruhan: 10 – Luar biasa!

Gambar - 9
Siapa yang menyangka? Dengan gaya gambar yang sesimpel ini, ternyata bisa memberikan kesan yang sangat membekas kepada pembaca?
Ya, pemandangan yang digambar oleh Ashisano-sensei ini cukup simpel namun sangat membekas di hati.
Atmosfir yang menenangkan tapi juga fantastis, Ashisano-sensei sukses menggambarkan adegan yang menyatu dengan karakter yang sedang diperankan. Kita serasa sedang dibawa ke dalam perasaan sang karakter yang sedang berada di tempat tersebut.
Ketika Alpha sedang menatap padang rumput yang luas dengan angin yang berhembus menerpa rumput-rumput itu sehingga rumput-rumput tersebut bagaikan sedang menari terhadap nyanyian sunyi yang dilantunkan oleh angin-angin tersebut.
Ashisano-sensei sangat pintar dalam menggunakan ruang kosong, seperti pemandangan yang sudah kusebutkan di atas, di gambarnya sendiri penuh ruang kosong. Mungkin hal itulah yang memberikan kesan ‘wah’ kepada para pembaca.
Desain karakternya juga sangat standar namun penuh dengan ekspresi. Minimalis sekali. Namun kontras dengan bajunya yang penuh detail sana-sini. Gaya yang tidak biasa ini, diperbaik lagi dengan latar belakang yang sangat menyatu dengan suasana yang dirasakan oleh setiap karakternya. Sehingga para pembaca bisa berempati dengan setiap karakter yang ada.
Imajinasi Ashisano-sensei akan hal yang tidak bergerak juga sangat kreatif, seperti bunga matahari raksasa, lampu jalanan alami, hingga suatu hal seperti jamur yang berbentuk mirip manusia. Setiap objek yang ada seperti memiliki alasannya sendiri kenapa mereka ada di sana, dan memberikan karakter kepada Alpha dkk ketika mereka menemukan hal-hal tersebut saat pertamakali menjumpainya.
Simpel, namun menakjubkan.

Cerita & Karakter - 9 & 10
YKK merupakan cerita fiksi yang memiliki unsur sains, dan berlatar di masa depan setelah suatu bencana berskala besar yang tidak dijelaskan secara pasti apa bencana besar yang terjadi, dengan robot-robot telah hidup berdampingan bersama manusia. Karakter utama kita, Alpha Hatsuseno, adalah robot yang menyerupai seorang manusia. Tapi, jangan dikira bakal banyak berbagai hal-hal berbau futuristik-futuristik seperti pada tipe cerita sci-fi pada umumnya. Ya, dari pada mengenalkan berbagai hal-hal futuristik yang ada di masa depan, kita justru malah akan sering menemui berbagai hal-hal peninggalan leluhur sebelumnya. Seperti skuter, radio, mobil diesel, pesawat baling-baling, dan berbagai hal lainnya, yang tentu, masih bisa bekerja normal seperti biasanya. Ini mencerminkan kehidupan pedesaan yang sangat kental pada lingkungan di sekitar Alpha dan kawan-kawan.

Cerita ini utamanya diceritakan dengan sudut pandang Alpha Hatsuseno sementara ia bertemu kawan-kawan lama atau membuat kawan baru serta mengeksplorasi dunia yang ada di sekitarnya. Alpha ini merupakan robot yang bertipe A7M2 yang bisa merasakan perasaan. Cerita ini dimulai saat Alpha akan membeli biji kopi di Yokohama untuk stok kafe yang dia jalankan. Sudah lama dia terus menunggu pemiliknya untuk kembali ke rumah yang juga digunakan sebagai kafe tersebut, sambil menjalankan usaha kafenya yang bernama Cafe Alpha tersebut. Karena Alpha ini merupakan robot, yang tentu bisa juga dibilang tidak bisa mati, Alpha memutuskan untuk tetap menunggunya sampai kapanpun juga.
Selain Alpha, ada juga karakter-karakter lain yang muncul dalam serial ini. Salah satu yang paling sering muncul adalah Oji-san serta cucunya yang bernama Takahiro yang menjalankan usaha pengisian bahan bakar bensin, tidak jauh dari tempat Alpha tinggal. Ada juga Sensei, seorang nenek yang dulunya bekerja sebagai peneliti robot sejenis Alpha, dan sekarang tinggal di dekat Cafe Alpha. Ada juga Ayase, seseorang pengelana yang selalu mengembara tanpa henti, mengililingi dunia luas nan indah bersama Kamas (Ikan terbang predator). Makki yang merupakan adik dari Takahiro dan masih banyak lagi. Yah, walau nggak terlalu banyak juga sih. Seimbang lah, kalau kata saya.

Fokus utamanya memang Alpha, namun ada karakter lain yang terkadang menjadi pemeran utama dalam beberapa bab. (tidak banyak, namun juga tidak sedikit)
Yaitu, Kokone Takatsu, robot bertipe A7M3 yang bisa juga dibilang adiknya Alpha (menurut seri produksinya), sementara ia berkembang, ia semakin memendam rasa terhadap Alpha, yang lalu membuat dia penasaran dengan sejarah dan asal-muasal robot-robot bertipe A7.

Meskipun karakter lainnya tidak banyak terekspos, namun sang mangakanya memberikan setiap karakternya pengembangan yang cukup sehingga setiap karakternya selalu diingat, dan membekas di hati setiap orang yang membacanya (termasuk saya, hehehe). Interaksi antar karakternya juga sangat bagus, tidak terasa dicepatkan, pelan namun pasti, dan yang paling saya suka adalah presentasi dialognya yang dipotong di tengah jalan, namun tidak dilanjutkan di bab selanjutnya. Itu menyimpulkan bahwa walau kamu telah selesai membaca di bab hari ini, maka jeda antara bab hari ini dan minggu depan, cerita di manga ini tetap berjalan.

Serta juga, pembawaan cerita yang benar-benar mendalami sifat si karakter utama yaitu Alpha. Di mana Alpha yang tidak begitu tertarik dengan suatu rahasia di belakang sesuatu. Sebagai contoh, tanaman-tanaman yang menyerupai lampu jalanan dan juga bangunan, dari pada mencari penyebab ilmiahnya, Alpha justru lebih menganggap bahwa lampu tanaman tersebut adalah jelmaan dari butiran-butiran hasil ciptaan manusia yang diingat oleh bumi. Sehingga, karena itulah banyak hal-hal yang tidak dijelaskan ‘mengapa?’ meskipun manga ini telah berakhir.
"Sometimes, I wonder. Is Alpha really not human?"
Kenikmatan - 10
Hahaha, benar-benar manga yang luar biasa. Meskipun masih belum ada terjemahan resmi dalam bahasa inggris maupun bahasa indonesia, manga ini sudah diklaim oleh banyak kritikus bahwa Yokohama Kaidashi Kikou adalah salah satu manga terbaik dalam dekade ini. Atau bisa jadi, sepanjang masa.

Keseluruhan – 10
Membaca YKK tentu merupakan sebuah pengalaman yang sangat unik, menyenangkan, dan menenangkan. Setiap bab diisi dengan ketenangan, mimpi, alam, dan sebagainya. YKK mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam, menjaga bumi dari keterpurukan, dan jangan terlalu rakus. Serta mengingatkan kita bahwa kita hanya akan hidup sekali saja, jalankan hidupmu sesukamu, lakukan dengan penuh semangat, sehingga kamu takkan menyesal kelak. Namun jangan lupa, bahwa waktu itu terus berjalan, manusia juga terus berkembang dan itu merupakan hal yang sangat biasa di dunia nyata, namun karena hal yang sangat biasa itulah, kita tidak begitu memperhatikannya.

Rasanya, manga ini seperti ingin mengatakan: "Menatap masa depan yang cerah dengan penuh harapan, meskipun di hari dulu, kita sebagai manusia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal di bumi tempat kita berpijak ini."
I can't...
this is... too beautiful...

Note: Ulasan ini ditulis oleh saya dengan memakai referensi dari beberapa pengulas di MyAnimeList yang saya rasa cocok dengan pemikiran saya. (Maklum, masih rancu kalau membuat kata-kata sendiri.) Namun, bukan berarti di ulasan ini tidak ada sama sekali pemikiran saya yang murni. Tentu saja ada, malah lebih banyak daripada referensi dari MyAnimeList.

Discord

Recent

Random