Sabtu, 11 September 2021

[Genshin Lore] Analisa Raiden Shogun Menurutku

14.40

 

Raiden Shogun (Ei) - Genshin Impact

Apa kabar semuanya, lama tak jumpa mwehehe. Kali ini mau bahas atau analisis sedikit tentang Raiden Shogun di Genshin Impact (dan mungkin di blog ini bakal banyak bahas lore Genshin Impact hehehe). Oke, mari kita mulai. Oh ya, tentu saja spoiler bagi yang belum mengerjakan Archon Quest nya.


Jadi, ada banyak orang baik itu di media sosial ataupun forum yang mengatakan bahwa Raiden itu nggak adil, atau bahkan ada orang yang mengatakan bahwa karakterisasi Raiden itu buruk. Sebenarnya ya kita perlu melihat dari sisi Raiden sendiri.


Tentu saja, akibat dari apa yang Raiden lakukan nggak bisa dijustifikasi, seperti hal nya yang terjadi pada Pulau Yashiori. Pulau Yashiori berantakan akibat dari perang antara Shogun dan Sangonomiya. Namun kita perlu melihat dari sisi Raiden, seorang archon yang tentu juga kekal. Sebagai seorang pemimpin (apalagi kekal), korban yang terjadi pada pulau Yashiori hanyalah seutas bunga yang layu dari kumpulan beberapa bunga. Dia bisa memperbaikinya kembali di lain waktu. Bahkan Yae sendiri juga tidak begitu peduli dengan beberapa individu saja. Yang penting dari kumpulan bunga dan pot tempat tanaman tersebut masih utuh dan tidak layu semua.


Untuk dekrit perburuan Vision, sama anggapannya dengan kita melakukan sterilisasi pada hewan peliharaan kita. Misal bila kita bisa bertanya pada mereka, apakah hewan peliharaan kita minta untuk disterilisasi meski bila itu demi kehidupan mereka yang lebih baik? Tentu tidak. Namun kita tetap melakukan sterilisasi agar tidak melahirkan banyak anak dan malah diterlantarkan di lain waktu. Hal yang sama juga berlaku dengan dekrit perburuan Vision yang terjadi di Inazuma.


Aku nggak benci Ei. Dia telah berkorban dan kehilangan banyak orang. Dia melakukan yang terbaik yang dia bisa dalam pandangan dan kemampuannya yang terbatas. Dia seorang pejuang yang dipaksa untuk melakukan pekerjaan penguasa dengan dukungan yang sedikit, dia takut namun tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya. 


Tetapi apakah aku mau tinggal di negara yang dipimpin olehnya? Tentu saja nggak. Namun, apakah aku secara pribadi suka dengan Ei? Semua tergantung pribadi masing-masing. Di sini aku mau menekankan saja, kalau Venti, Zhongli, Ei, semuanya nggak luput dari dosa sebagai archon. Sebagai archon tentu harus melakukan pengorbanan demi mayoritas dan idealisme mereka dalam memimpin.


Lihat akibat dari idealisme Venti pada Mondstadt zaman dulu dan pada La Signora.
Lihat akibat dari idealisme Zhongli pada Liyue yang hampir saja dihancurkan oleh para adepti/Fatui dan pada teman-teman Xiao. See? They're not saint, they have their own problem.


Lalu yang terakhir, aku kutip langsung dari reddit yang menurutku mewakili pikiranku tentang Quest Raiden Shogun.


Aku sangat setuju dengan opini ini, ga bisa langsung gampang mengubah pikiran orang, harus perlahan-lahan sebagaimana mestinya individu pada biasanya.


Sekian sih opini dariku. Oh iya, bila kalian mau cek lore Genshin bisa nih mampir ke Khae'nriah Lore Library. Terus karena Honey Impact kayaknya ded karena kena tuntut (onore, mihoyo!) coba deh ke Theorycrafting Library punya Keqing Mains buat cek stats dari karakter Genshin favorit kamu. welp, karena sudah cukup panjang, sampai jumpa di artikel selanjutnya! Keknya next mau bahas Neko dan Hibiki di pulau Seirai mwehehehe.

Kamis, 18 Maret 2021

Bocoran Genshin Impact 1.5? Apakah ini sungguhan?

09.26

 

Menurut bocoran dari penerjemah leak di Discord KeqingMains, dijelaskan bahwa sebagian bocoran bener, dan sebagian bocoran salah. Ini dikarenakan adanya devkit baru yg tersebar di luar sirkel HoneyImpact. Sebagian karakter, senjata, dll itu beneran. Sementara housing system itu kemungkinan nggak begitu akurat. Untuk selengkapnya tunggu saja informasi terbaru dari HoneyImpact dkk.

Selasa, 09 Februari 2021

Karya yang Menjadi Inspirasi Kisah The Beginning After The End?

12.36

Akhir-akhir ini aku lagi suka dengan webtoon berjudul The Beginning After The End (TBATE) karya penulis TurtleMe dan komikus Fuyuki23 (Fuyuki23 orang Indo loh, dan studionya juga sudah studio cukup beken di dunia webtoon tanah air). Lalu coba menjelajah Internet, mencari tahu tentang histori sang penulis, ternyata aku menemukan sesuatu yang mengejutkan.


Nah sekarang, mungkin kalian pada penasaran, karya apa sih yang menginspirasi munculnya The Beginning After The End? Si penulis, TurtleMe, memberitahu beberapa dari inspirasi-inspirasi tersebut di AMA (Ask Me Anything) forum Reddit beberapa tahun yang lalu. Berikut ini lah kutipan langsung dari sang penulis sendiri.


Terjemahan: 


Andrew: Apa saja sih inspirasi untuk The Beginning After The End?

 

TurtleMe: Halo Andrew! Hmm, banyak sih sebenarnya, tapi yang pasti saya mengambil inspirasi mulai dari Eragon dan The Name of The Wind, sampai ke novel ringan Jepang seperti Mushoku Tensei, dan novel daring Cina seperti Coiling Dragon. Mereka, dan tentu saja beberapa manga yang saya baca dulu (dan bahkan sekarang) membantu saya untuk membentuk The Beginning After The End hingga seperti sekarang ini!


Wah, sepertinya TurtleMe ini juga termasuk fans Mushoku Tensei seperti aku. Banyak juga inspirasi yang dipakai oleh TurtleMe, nggak kaget juga kalau ternyata webtoon yang dibuat cukup menarik bagi aku yang juga seorang fans Mushoku Tensei!


Sumber: Reddit

Minggu, 07 Februari 2021

Mushoku Tensei and Re:Zero author - Comic Natalie Interview (ENGLISH)

10.51

Comic Natalie Interview with Mushoku Tensei (Rifujin Magonote) and Re:Zero (Tappei Nagatsuki) author (ENGLISH) | Original interview in Japanese: https://natalie.mu/comic/pp/mushokutensei


The TV anime "Mushoku Tensei: Isekai Ikutara Honjikidasu" is a story about a 34-year-old recluse and NEET who is reborn in a different world of swords and magic, and uses the memories and regrets of his previous life to start his life over. The original work is a novel that originated on the website Shosetsuka ni Narou, and has won the overall ranking on the same site and the first place in "This Web Novel is Amazing! Comic Natalie is pleased to announce the release of a new version of the story.


Comic Natalie recently conducted an intervuew between the author of the original work, Rifujin na Magonote, and the author of the TV anime, "Re: Zero to Start Other Worldly Life" 2nd season, which is also being broadcast this school year. The two, who started their serialization on Shosetsuka ni Narou at the same time, call each other "Neko-san" and "Sun-san". The two talked about their expectations for the anime "Mushoku Tensei", the story behind the production, the appeal of the original work, and their thoughts on the creation.


Interview and text by Takahiro Saito | Translated with DeepL | Edited by Fritzkier


Rifujin Magonote: Mushoku Tensei author | Tappei Nagatsuki: Re:Zero author


Q: ─ You both posted your works on Shosetsuka ni Narou at the same time. but if you had a private exchange, could you tell us what made you meet? I've seen you send replies to each other on Twitter several times ...


Rifujin na Magonote: I don't know where we first met.

Tappei Nagatsuki: Where did we first meet?

I can't remember the details of where we met in person, but I do remember that around 2013, a chat room was set up for Novelist Naro U writers, and that's where we first met. At that time, each of the writers on Novelist Naro U, including myself and Sun-san, were approached by publishers to write books. But we were all amateurs when it came to book publishing, so the chat room was created as an environment where we could discuss things like, "Can we sign a contract under these conditions?" I think there were 12 or 13 of us at the most, and we talked every night in that room. I think we met in person later, at a meeting. I think it was later, at a meeting.


Q: So you didn't meet in person until after you had chatted to some extent.


Magonote: But I didn't have any "I got a totally different impression when I actually met him".


Nagatsuki: Sun-san and Nacchan* didn't feel like we were meeting for the first time, did they? We've been friends ever since.


*The author of novel "Bless This Wonderful World! 
The author of the novel "Bless This Wonderful World" is Natsume Akatsuki. This work was first published on Shosetsuka ni Narou at the same time as "Mushoku Tensei: Isekai Ikitara Hontenai" and "Re:Zero Kara Hajimu Isekai Seikatsu", and was remade when it was published in book form. It has been nicknamed "Konosuba" and was adapted into a TV anime in 2016 and a theatrical anime in 2019.



Magonote: You go to USJ, go out drinking, play "Monhan", and have a lot of fun.


Nagatsuki: Then there was the physical exam off.


Magonote: There you have it.


Nagatsuki: Basically, we are playmates. We don't really feel like colleagues (laughs). We just talk about how interesting "Unemployment Reincarnation" is.


Magonote: I also thought, "Rezero is interesting".



Q: ─ I can tell that you have a very good relationship with each other. Do you have any memorable episodes from your past interactions?


Nagatsuki: I remember how shocked I was when we first met in the chat room. Our respective works were being talked about at the same time. At the time, I wasn't aware of handles or author names, so we called each other "Mr. Unemployed" and "Mr. ReZero".


Magonote: Every time you updated your work, it was talked about in a 2channel thread.


Nagatsuki: At the time, I was updating "ReZero," Sun-san then updating "Mushoku Tensei," and later Nacchan was updating "Bless This Wonderful World!" every day. Each of us updated at different times, so we divided the day into three equal parts and competed for topics.


Magonote: It's daytime for Nacchan, nighttime for me, and midnight for Neko-san (Nacchan).


Nagatsuki: So I was very conscious of them. I saw them as rivals. They were the ones who took away all the buzz from my work (laughs).


Magonote: But I've never had Neko-san say something like, "I hate you".


Nagatsuki: Because it doesn't help if you tell it (I hate you) to them (rival). I have to write something interesting and go above and beyond.


Magonote: But I like the way Neko-san tries to improve herself and is a hard worker. "I'm going to get to the top of the world with light novel!" and he have been working on it for a long time. I could really feel it even when we talked in the chat room.



Q:──You guys are good rival, aren't you? Both of you have read each other's works. May I ask you about the appeal of each other's works?


Nagatsuki: Want compliment from me? (laughs)


Magonote: Yes (laughs).


Nagatsuki: I don't have to tell you how interesting "Mushoku Tensei" is, but first of all, it's amazing that you were able to depict the life of one character, Rudy. People say that "CLANNAD" is life, but for me, "Mushoku Tensei" is life.


Magonote: (laughs).


Nagatsuki: I think it's amazing that he was able to complete such an epic work, which is something I haven't been able to do yet. I'm sure I'll find other things I want to write about while I'm working on it, but "Mushoku Tensei" concentrated on depicting Rudy's life to the fullest, and of course there are episodes where I say, "This character was doing this at this time", but the axis of the story never wavered. In fact, there are a lot of settings that Sun-san doesn't reveal to the public, and when I hear about those settings at drinking parties, I think, "That was that !?" or "That character had such a setting!" There are many things. But, he try to cut off all of the branches and leaves, then focus on growing the trunk. I write everything because I want people to understand this form that I find interesting, just as I thought it would be. I wonder if Mr. Sun trusts his readers in this area, or he is not interested in it (laughs).


Magonote: That's not true (laughs). I believe that the reader's imagination is better than what's in my head. That's why I think it's more pleasant for the reader to be able to imagine freely.


Nagatsuki: The more imaginative you are and the deeper you read, the more interesting "Mushoku Tensei" becomes to read. As proof of this, there are many sites that discuss the story.


Magonote: But on the contrary, Neko-san writes everything, even the parts that I would have left to the reader or compromised by thinking that I wouldn't have to write that much. That's why "ReZero" has such a well-developed worldview, and I think that's what makes it so appealing. Another attractive part of "ReZero" is the climax of the final loop. There is difficulty after difficulty, and despair after despair. If it were up to me, I'd probably just let the game loop one more time, and then clear the next loop with plenty of time to spare. There are no unnecessary loops like that. There's a sense of urgency when you read it, and I think the fact that it's a loop story and doesn't leave any room for error is what makes "ReZero" so interesting.


Nagatsuki: Due to the nature of the work, if you have an infinite loop, it will become tedious, or there will be a lazy loop somewhere. That's why I make the deaths painful and make it difficult for readers to get out of the loop so that they can maintain the tension.



Magonote: That may be a similarity with "Mushoku Tensei". Even with the abilities you have, you can't easily overcome difficulties. It's a different approach, though.


Nagatsuki: That's right. I think the reason why "Mushoku Tensei" and "ReZero" were so popular is because the main character doesn't take it easy. That's why I've heard people say that the more stress-free a story is, the more popular it becomes, but I haven't really felt it.


Magonote: In fact, I even have the impression that if I'm stress-free, I'll hit my head somewhere.


Nagatsuki: If it's stress-free, it may be possible to get up to 100, but I don't think it's possible to go beyond that. I think our writing style can go up to about 150, depending on how hard we work. We want to give people hardships and depict the drama of how they overcome them.


Magonote: That's right.


"The reason I wanted to improve my work was because I see Neko-san hard work." ─Rifujin na Magonote


Q:──The fact that you draw difficulties firmly is what the two works have in common, and it is also attractive. Another commonality between these two works is that they belong to the "other world" genre. Other-worldly stories themselves have been around for a long time, but they seem to be gaining popularity again these days, thanks to novel submission sites such as Shosetsuka ni Narou. I would like to hear your opinions on the reasons for the popularity of this genre.


Nagatsuki: The number of people using the Internet increased, and web novels became popular. And with the spread of smartphones, the number of people reading works on Shosetsuka ni Narou exploded. I think the popularity of otherworldly stories at that time is the reason why the number of works in this genre increased so much.


translation and editing is in progress, bookmark this page for more future updates.

Rabu, 30 Desember 2020

Lirik Lagu Sorane feat. CreepHyp - Douse, Ai da (どうせ、愛だ feat. クリープハイプ 歌詞)

17.58

 


Sorane ft. CreepHyp - Must have been love | lyrics / terjemahan / romaji

Sorane ft. CreepHyp - Ini Pasti Cinta


romaji

pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


tōkyō no machi ni otozurenai asa

keikōtō ga tsuki yori akarui 3(san) jihan

heya no denki wa keshite mijitaku mo shitakara

nagame no ī kado heya ni koshita toki

migi tonari ni kireina onna no hito ga sunde tayo

hidari no kabe ni tsukete beddo   oitetakedo

koi wa yappari

kisu o shi tari

nureru yoru ni kara o kasane tari

tte renai eiga no daihon no yōna

sonna ketsumatsu wa mukae ni koyashinai

zenbu dōse , ai no seina ndesho

a unmei sama   honto kattedana

mō damattenasai  tena wake de kekkyoku


pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


kagi kakko kara hajimaru shōsetsu

mitai ni arifureteru deai demo

bokura wa chigaudesho

iya , kimi dake demo chigau to omowasetekureyo

kono kankei wa ayamachi nanka janaiyo

dare ka no atarimae ni unzari shiteru

jibun jishin ni hajinai yō ikiteru dake

iroasenai junpaku no kokoro o boku ni kudasai

kegare o shiranu mama   arinomama no kimi o shiritai

tsumi to bachi ga kimi o shosu mononara itteyaruyo

" dare ga dare ni idaku tame   ai wa umare kuchiru no "

“ bokura ” ga   “ boku ” ni kawaru koto

kimi no shigusa o wasureru koto

sore ga dore dake kowai to omō


utaimonku wa “ ai ” datte

hakujōna utautatte

makura o nurashita tte

atatakaku mo nantomo nainoyo

sonna koto wakatteite

saisho kara wakatteite

kimi wa boku janakya

mitasarenai n datte


tōkyō no machi ni otozurenai asa

rajio no tsumami o sukoshi yurumeta

hayari no kyoku wa asa o sekasu shi sa

fueta shiraga to yoru ni shiro o kiru

kiekake no keikōtō to 5(ko) jihan

shi ga noboru koro   tsuki sura nokoriga

bokura no subete wa   arya shinakatta

hontoni sō ka   oshiete yojōhan sei no sei ni shite hedatete wa

tanin no kao shite machi   dekaketeta

sono te   tsuyoku tsunagereba   tarareba

ningen no fuku kita karappoda

korekara no bokura o mitasu no wa

ai ka ina ka wa   ima wa futashika sa

genkan ga a oto ga shita

kāten no ura de kage to kasu asa


pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


kana

ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


東京の街に訪れない朝

蛍光灯が月より明るい 3時半

部屋の電気は消して身支度もしたから

眺めのいい角部屋に越した時

右隣に綺麗な女の人が住んでたよ

左の壁に付けてベッド 置いてたけど

恋はやっぱり

キスをしたり

濡れる夜に身体を重ねたり

って恋愛映画の台本の様な

そんな結末は迎えに来やしない

全部どうせ、愛のせいなんでしょ

運命様 ほんと勝手だな

もう黙ってなさい てな訳で結局


ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


カギカッコから始まる小説

みたいにありふれてる出会いでも

僕らは違うでしょ

いや、君だけでも違うと思わせてくれよ

この関係は過ちなんかじゃないよ

誰かの当たり前にうんざりしてる

自分自身に恥じないよう生きてるだけ

色褪せない純白の心を僕にください

穢れを知らぬまま ありのままの君を知りたい

罪と罰が君を処すものなら言ってやるよ

「誰が誰に抱く為 愛は生まれ朽ちるの」

“僕ら”が “僕”に変わる事

君の仕草を忘れる事

それがどれだけ怖いと思う


謳い文句は“愛”だって

薄情な歌うたって

枕を濡らしたって

暖かくも何ともないのよ

そんな事分かっていて

最初から分かっていて

君は僕じゃなきゃ

満たされ無いんだって


東京の街に訪れない朝

ラジオのツマミを少し緩めた

流行りの曲は朝を急かすしさ

増えた白髪と夜に白を切る

消えかけの蛍光灯と 5時半

日が昇る頃 月すら残り香

僕らの全ては ありゃしなかった

ほんとにそうか 教えて四畳半

性のせいにして隔てては

他人の顔して街 出かけてた

その手 強く繋げれば タラレバ

人間の服着た空っぽだ

これからの僕らを満たすのは

愛か否かは 今は不確かさ

玄関が開く音がした

カーテンの裏で影と化す朝


ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


indo

Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


Pagi yang tidak pernah datang ke kota Tokyo

Ini adalah 3:30 dan lampu jalan lebih terang dari bulan

Karena aku berpakaian dengan lampu kamar mati

Ketika aku pindah ke ruangan di pojokan, pemandangannya sangat bagus

Ada seorang wanita cantik tinggal di kamar di sebelah kanan

Kasur berada di dinding di sisi kiri


Tentu saja ada kasih sayang dan berciuman,

Serta malam penuh bercinta

Sama seperti naskah film romantis

Tapi nyatanya tidak ada yang seperti itu, tidak sedikitpun

Semua yang pasti salah cinta

Kau bisa begitu kejam, kau penentu takdir yang di atas

Pada akhirnya lupakan, sudah cukup bagiku


Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


Pertemuan kesempatan yang sama umumnya dengan

Novel yang dimulai dengan kutipan

Bukan kami, kami berbeda, tidak

Ayolah, setidaknya yakinkan padaku bahwa kau berbeda

Hubungan ini tidak bisa menjadi kesalahan

Muak dengan karakter seseorang setiap hari

Aku hanya hidup jadi aku sendiri tidak merasa malu


Berikan hatimu yang begitu murni tidak bernoda dan tidak terluka

Tanpa mengetahui rahasiamu, Aku ingin mengenalmu sama sepertimu

Jika kau dijatuhi hukuman kejahatan kau dapat memberitahu saya

"Cinta lahir kemudian dilupakan bagi seseorang untuk seseorang"


Ketika "Kami" berubah menjadi "Aku"

Ketika aku bisa lupa bagaimana kau bergerak dan bernapas

aku pikir itu adalah hal yang paling menakutkan


Jika frasa khas adalah "cinta"

Menyanyikan lagu berhati dingin

Katanya kau menangis sampai tertidur.

Kehangatan tidak masalah, kau tahu

Itu sesuatu yang kutahu.

Sesuatu yang selalu aku ketahui

Kau mengatakan bahwa tanpa aku

Kau tidak akan pernah lengkap


Pagi hari datang ke kota Tokyo

Putar dial sedikit pada radio portabel

Pagi hari bergerak satu dengan lagu yang semua orang tahu

Rambut berubah abu-abu, melupakan malam berubah menjadi siang

5:30 dan lampu jalan mulai memudar

Ketika matahari terbit bulan meninggalkan aromanya

Segala sesuatu yang kita miliki, semua pergi, tidak ada yang tersisa

Apakah ini nyata? Kuharap ruangan kecil ini bisa memberitahuku


Menyalahkan jenis kelamin kita dan membiarkannya

Pergi keluar kota dengan wajah orang lain

Seharusnya memegang erat tangan itu ketika aku punya kesempatan

Tak berisi tapi mengenakan pakaian manusia

Bagi kita mulai sekarang, apa yang akan memuaskan kita berdua

Apakah itu cinta atau tidak, Sekarang Aku tidak bisa begitu yakin

Suara pintu depan terbuka

Sinar pagi menjadi bayangan dilihat dari balik tirai


Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


English

Senin, 07 Desember 2020

Lirik Lagu Opening Attack on Titan: Final Season (Shinsei Kamattechan - Boku no Sensou) Bahasa Indonesia

12.32


Lirik lagu OP Attack on Titan: Final Season (Season 4) English dan Indonesia

My War (Perangku) oleh Shinsei Kamattechan


LIRIK


(chorus)


Let's start a new life from the darkness
Mari kita buat kehidupan baru dari kegelapan


Until the light reveals the end
Sampai cahaya mengungkap akhir


Sinister faces, growing curses
Wajah jahat, hujatan yang semakin liar


This is my last war
Ini perang terakhirku


Angels playing disguised, with devil faces
Malaikat bermain peran, dengan wajah iblis


Children cling to their coins, squeezing out their wisdom
Anak-anak berharap pada koin, memeras kebijakannya


Angels planning disguised, with devil faces
Malaikat rencana berperan, dengan wajah iblis


Children cling to their very last coins
Anak-anak berharap pada koin terakhir mereka


Destruction and regeneration
Kehancuran dan regenerasi


You are the real enemy
Kau lah musuh sesungguhnya


War!
Perang!


My

War!
Perang!


My

War!
Perang!


Rabu, 21 Oktober 2020

Baca Manga Indonesia di Mangadex? Begini Caranya...

18.26

 Hmm, setelah cukup lama main-main di Mangadex, sepertinya masih jarang ya orang-orang umum yang memakai website ini. Nah kali ini aku mau kasih tau beberapa cara bagi kalian yang ingin memakai Mangadex namun terbentur dengan masalah bahasa dan settingan nya yang cocok.

Direkomendasikan membuat akun Mangadex agar perubahan yang kalian lakukan bisa diingat tanpa perlu terikat dengan device tertentu saja. Namun, membuat akun itu sama sekali bukan sebuah keharusan jadi kalau bener-bener nggak mau buat akun itu nggak masalah. Oke lah, mari kita mulai guide-nya.

MangaDex

Pertama, tentu saja buka situs Mangadex.org terlebih dahulu.

Kedua, pilih logo gear seperti gambar di bawah.

msedge_2020-10-21_18-16-01

Ketiga, kalian lalu akan menemukan menu ini lalu tinggal ubah deh chapter languages menjadi Indonesian serta user interface languages menjadi indonesian juga. (bonus ada pilihan hentai juga apabila kalian sudah membuat akun Mangadex hehe)

msedge_2020-10-21_18-17-34

Apabila kalian tidak membuat akun maka pilihannya akan seperti di bawah ini. Kurang lebih sama sih, jadi harusnya nggak begitu masalah kok bagi kalian.

msedge_2020-10-21_18-09-23

Simpel banget kan caranya? Kuy lah pindah ke Mangadex, kualitasnya biasanya lebih bagus kok, terus ada mode penghemat di pengaturan kalau mau hemat kuota juga hehe. Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan komentar saja nggak masalah.

Baca juga ya manga-manga rilisan kami~

fb.com/7MangaIndo

Discord

Recent

Random